Hati Hati Membaca Dan Menyikapi Berita Tanpa Sumber Terpercaya

Media online sekarang ini sangat canggih, tidak hanya berfungsi sebagai media sosial dimana perorangan bisa sangat lama berbincang di dunia maya, padahal jika bertemu diam seribu bahasa #eh. Media online sekarang juga sebagai penyebar berita yang sangat cepat, karena setiap orang saat ini nyaris tak pernah meninggalkan gadgetnya dari genggaman. Orang kantoran ataupun mahasiswa jika berpaling dari gadget genggaman mereka, masih ada laptop ataupun komputer yang sudah tersambung proxy maupun wifi gratisan.

Kecepatan media online dalam penyebaran berita ini kadang kala digunakan oleh orang yang tak bertanggung jawab, seperti menyebarkan berita tak benar, kabar burung, maupun berita yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan pihak lain. Sebenarnya mudah saja cara kita dalam menyikapi berita tersebut, dengan melihat ada tidaknya sumber terpercaya pada berita tersebut. Jika tersebut nama seseorang, kita bisa mengetik nama orang tersebut di halaman google. Dan taraaaaaa, professor google akan membuktikan siapa orang tersebut. Apakah dia nyata, atau hanya ilusi belaka.

Seperti tulisan berikut yang saya ambil dari akun Facebook bernama Dalilah Lilo Adzfar. Mari kita baca

HATI-HATI BAGI PENGGEMAR TELUR AYAM

[Wajib Dibaca]

Seperti dilaporkan Mailoline, para peneliti baru-baru ini melaporkan tentang bahaya konsentrat pada pakan ayam, yang terkandung dalam telurnya. Tim peneliti yang terdiri dari para ilmuan dari Universitas Sheffield dan Warwick menggunakan subjek berupa ratusan ekor kucing yang diberi makan berupa telur ayam berkonsentrat. Hasilnya sungguh mencengangkan. Tidak ada satu pun kucing-kucing tersebut tertarik untuk memakannya. Rupanya selain dapat mendeteksi adanya formalin dalam makanan, kucing juga dapat mendeteksi konsentrat dalam telur ayam.

1

Kucing yang diberi makan telur ayam berkonsentrat

Penelitian ini membawa Dr. Douglass Freeman dari Departemen Teknik Kimia Universitas Sheffield untuk membuktikan bahaya konsentrat yang ditambahkan dalam pakan ayam di negara-negara maju dan berkembang. Menurutnya, konsentrat yang terkandung dalam telur ayam akibat penambahan bahan tersebut pada pakan ayam, dapat berakibat buruk pada perkembangan janin dan mengganggu pertumbuhan anak-anak serta dapat menyebabkan kerusakan otak.

Allahu Akbar!!!

Sebarkan artikel ini jika anda menyayangi keluarga anda.

***

Anda tidak percaya dengan artikel di atas?

BAGUS!!!

Karena itu adalah berita HOAX yang SAYA BUAT SENDIRI :))

See..? betapa mudahnya berita HOAX semacam ini dibuat, untuk berbagai tujuan (dari mulai iseng, sampai untuk meraup ‘like’ dan ‘komentar’ sebanyak-banyaknya)

Penjelasannya:

  1. Tim peneliti yang disebutkan diatas, tidak pernah membuat penelitian tentang ini (wkwkwk)
  2. Kucing emangnya dapat mendeteksi konsentrat…? kasian amat si kucing jadi alat detektor di muka bumi x_x
  3. Dr. Douglass Freeman itu siapa? Saya juga tidak kenal. Dia tokoh fiktif karangan saya (bahahahaha)
  4. Konsentrat bisa menghambat pertumbuhan, kerusakan otak, dll, itu juga ngaraaaaang!… (*tertawa tersengal-senga*l)
  5. Tidak ada satu paragraf pun yang berisi informasi yang benar. Semuanya karangan belaka (wokwokwokwok)
  6. Itu foto kucing di depan halaman saya, sedang makan telur bareng anak saya. Dan si kucing doyan2 aja tuh x))))))

So, rekan2, terutama yang Muslim, yuk kita semua CERDAS dalam menyaring berita. Tidak semua berita di socmed atau google itu benar. Jangan tertipu dengan kata “Allhuakbar” atau “Subhanallah” dalam artikel.

Karena kata-kata thayyibah tersebut tidak dapat dijadikan sumpah akan kebenaran berita ini.

BAYANGKAN…! Jika berita bohong ini dipercaya, betapa para peternak dan pedagang telur merugi, dan dapat berakibat buruk bagi perekonimian Indonesia Raya…!

Salam,

Dalilah Adzfar

———

Berita antah berantah lainnya pernah ada lagi, dan sempat memasuki BBM (Blackberry Messenger) saya dalam bentuk Broadcast Message. Sempat juga berdiskusi dengan anak Pasca dari prodi Ilmu Pangan (Fateta) dengan topik yang sama, dan baru-baru ini saya menemukan berita tersebut masuk ke socmed lengkap dengan gambar, inilah berita tersebut.

2

Teman-teman IMPATA yang wanita percaya? Yakin? Takut? Mulai menghindari ayam? Akan beralih ke daging sapi? Yakin? Uang bulanan cukup? Eh. Hahahahahahaha

Saya sebagai alumni peternakan dan sekarang alhamdulillah masih diberi rejeki untuk menimba ilmu sangat geli, greget terhadap berita ini. Media atau oknum media betul-betul sangat pintar. Seperti menghipnotis banyak orang sekaligus. Terus terang saya mendapat broadcast message tentang ayam dan kista ini dari seorang  teman seangkatan saya dulu saat kuliah S1. See? Alumni peternakan pun bisa ikut tertipu. Begitu saya balas bbm nya untuk meminta sumber berita, dia baru tersadar.

Seperti yang sudah saya tulis di awal tadi, sangat gampang mencari kebenaran berita. Berita tersebut tidak mencantumkan nama dokternya. Siapakah dia? Dokter Tong Fang kah? TomsangChong kah? Apa benar dia spesialis ginekolog? Kalau dokter cinta bagaimana? Kalo dokter cinta saya mau konsul ah. Bahahahah.

Lalu artis Xia Yi, siapa dia? Hasil penelusuran prof. Google, Xia Yi memang meninggal, tapi bukan karena ayam, tapi karena bunuh diri. Terus Hu Qing Wen? Prof. Google tak bisa mendeteksi keberadaannya di dunia maya. Mungkin dia hanya rakyat jelata yang numpang tenar, layaknya beberapa orang di negeri ini. wekekekekekekek.

Mari kita bahas sedikit menurut apa yang sudah saya pelajari di bangku kuliah. Penyuntikan zat pertumbuhan atau growth promotore sudah tidak boleh dilakukan. Penyuntikan yang dilakukan sekarang adalah vaksin, agar ayam yang dipelihara terhindar dari penyakit berbahaya. Lalu apakah penimbunan vaksin  terjadi di sayap? Jalan masuk zat bukan berati sebagai tempat penimbunan zat tersebut. Zat yang diinjeksi ke sayap akan dibawa oleh darah ke seluruh tubuh, jika terdeteksi sebagai zat asing atau racun, maka hati ayam akan bekerja ekstra keras untuk menetralkannya dan membuang racun tersebut melalui kotoran. Zat-zat baik hasil saringan hati ayam akan terdeposit di seluruh tubuh ayam. Pertanyannya, mengapa tak ada yang mempermasalahkan hati ayam? Bentuk segala macam residu ada disana. Dan hati ayam masih menduduki harga cukup tinggi di jajaran lauk warteg (y) :p.

Ceker? Kaki ayam? Geli? Gak mau makan? Karena menginjak kotoran? Tak bisa dipaksa memang. Banyak orang yang geli memakan bagian tubuh ayam ini. Namun coba perhatikan ceker yang dijual. Kulit kakinya mulus, karena bagian keras (shank) telah dibuang. Shank  inilah yang melindungi jaringan dalam kaki ayam. Ceker mengandung zat yang disebut Collagen dan Chondroitin yang salah satu manfaatnya bisa membuat kulit awet muda. Jadi semua bagian ayam aman untuk dikonsumsi selama penyembelihan halal dan pemasakan dengan suhu diatas 85 derajat celcius. Insya Alloh.

Mari bijak menyikapi berita. Jika saja semua orang menelan mentah-mentah info diatas. Apakabar usaha peternakan ayam? Peternakan ayam yang dulu sempat hancur karena flu burung, kini akan goyang lagi oleh berita ini?

3

Lalu Apakabar restoran ayam bernama Recheese yang memakai bagian tubuh sayap ayam? Terus apakabar ceker lada hitam Kedai Kita Bogor? Ceker Pedas Sop Durian Rafi Medan Dramaga? Dan apakabar Mamang penjual mi ayam ceker sukabumi langganan saya waktu di Lembang dulu?

Jika teman-teman ingin membaca sumber terkait, bisa mengklik alamat dibawah ini

Terlalu gampang membuat berita tanpa sumber terpercaya, yang membuat kita pikir-pikir, lalu merasa panik, dan seketika menyebarkannya.

Kebetulan saja berita ini tentang peternakan yang alhamdulilah ilmunya saya sedikit paham, namun jika di bidang lain? Semoga teman-teman IMPATA segera meluruskannya.

#VivaPeternakan

#ProteinHewaniCerdaskanBangsa

#Ahooy!!

4

Heru Dwi Nugroho, Pasca Ilmu Nutrisi dan Pakan, Fapet (2012), Sekolah Pascasarjana IPB

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s