Hati Hati Membaca Dan Menyikapi Berita Tanpa Sumber Terpercaya

Media online sekarang ini sangat canggih, tidak hanya berfungsi sebagai media sosial dimana perorangan bisa sangat lama berbincang di dunia maya, padahal jika bertemu diam seribu bahasa #eh. Media online sekarang juga sebagai penyebar berita yang sangat cepat, karena setiap orang saat ini nyaris tak pernah meninggalkan gadgetnya dari genggaman. Orang kantoran ataupun mahasiswa jika berpaling dari gadget genggaman mereka, masih ada laptop ataupun komputer yang sudah tersambung proxy maupun wifi gratisan.

Kecepatan media online dalam penyebaran berita ini kadang kala digunakan oleh orang yang tak bertanggung jawab, seperti menyebarkan berita tak benar, kabar burung, maupun berita yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan pihak lain. Sebenarnya mudah saja cara kita dalam menyikapi berita tersebut, dengan melihat ada tidaknya sumber terpercaya pada berita tersebut. Jika tersebut nama seseorang, kita bisa mengetik nama orang tersebut di halaman google. Dan taraaaaaa, professor google akan membuktikan siapa orang tersebut. Apakah dia nyata, atau hanya ilusi belaka.

Seperti tulisan berikut yang saya ambil dari akun Facebook bernama Dalilah Lilo Adzfar. Mari kita baca

Continue reading

IMPATA di mata anggota..

  • Menurut kalian, IMPATA itu apa?
  • Penting nggak?
  • Kalian senang masuk IMPATA? Alasannya?
  • Give me some quotes about IMPATA yaaa.. ­čÖé2a8480c8d0d095399b4480a4c53168bc2.jpeg

IMPATA itu keluarga terdekat. Penting. Seneng kok, karena faktor kebudayaan yang menyatukan kita, sehingga memudahkan dalam proses membentuk rumah tangga sebagai pengganti keluarga yang jauh disana.. MITRA JAYA -Putri, IKK 48-

 

IMPATA!!! Kata-katanya kalau di dengar simpel kalo dimaknakan begitu dalam. Bukan hanya ikatan mahasiswa sih justru ini wadah dari kami orang2 Magetan yang ingin unjuk gigi, yang mau nunjukin ‘ini lo daerah kami’. Yah disini lebih kekeluargaan ikatan diantara kami. Kalo diambil garis panjang, disini juga kami berasal, kami banggakan budaya yang ada dan ingin kami kenalkan kepada semua orang. Bukan justru malu karena daerah kami kecil. Bayangkan coba, kalo nggak lewat magetan, sekolah2 disana yang kita tempati menuntut ilmu dulu. nggak bakal kita jadi seperti saat ini bukan? Seneng nggak masuk IMPATA? Banget lah, orang yang super ada di sini coy, dari sini kita bareng.. -Bintoro, INTP 50-

 

Kumpul karo IMPATA iku rasane koyo kumpul ning lingkungan omah, Magetan, tapi manggone onok ning Bogor. Bogor iku adoh saka omah.. Alhamdulillah onok IMPATA sing gawe aku krasa ‘omah’ iku tetep cedhak saka kene.. –Intan, FKH 49-

 

IMPATA itu buat aku adalah keluarga. Suatu saat bisa jadi orang tua, kakak, adik, sahabat, dan teman curhat di saat jauh dari keluarga kita di rumah. Sangat penting, seperti pentingnya sebuah keluarga buat kita di semua. Sangat senang masuk IMPATA karena IMPATA adalah keluargaku di saat aku jauh dari rumah. :* -Mbak Eva, INTP 41-

 

IMPATA itu bukan apa-apa. Hanya sekelompok orang yang tidak bisa saya acuhkan. IMPATA bukan apa-apa. Hanya organisasi yang setiap kali membuat acara, tidak bisa saya abaikan. IMPATA bukan apa-apa. Hanya┬ásebuah rumah yang tidak berperabot apapun, tapi saya tidak bisa meninggalkannya. Senang? Tidak. Saya hanya sangat senang dan bangga menjadi bagian dari IMPATA. Quotes? “Aku tanpamu, butiran debuuu..” Haha.. -Fina, SKPM 48-

Tips Memilih Kosan/Kotrakan

Haiii.. sudah tanggal 4 mei nih. Sudah bulan Mei, artinya tahun ajaran 2013/2014 akan segera berakhir, akan segera ada mahasiswa baru, dan angkatan 50 yang tadinya tinggal di asrama harus segera angkat kaki dari asrama TPB IPB, hehe..

Nah sebelum meninggalkan asrama, pastilah kalian memikirkan dimana kalian akan tinggal selanjutnya. Tidak hanya mahasiswa yang baru keluar asrama sih, semua yang akan pindahan juga pasti memikirkan hal yang sama. Tapi tulisan ini lebih ditujukan untuk mahasiswa yang baru keluar dari asrama, sebagai informasi tambahan tentang kerasnya dunia di luar asrama, haha.

Sebelum memutuskan kemana akan pergi, baiknya memikirkan apakah kalian akan nge-kost atau kontrak. Kost dan kontrak itu sama-sama nyewa tempat tinggal, tapi beda suasana.

Kost: suasananya lebih individualis. Apalagi kalau kamar mandinya di dalam kamar dan kalian diperbolehkan membawa alat elektronik apapun ke kamar, sepertinya tidak akan ada alasan keluar kamar selain kuliah, hehe. Yang menyukai suasana pribadi dan tenang, tipe kosan ini sepertinya pas untuk kalian. Untuk kosan, biasanya pembayaran-pembayaran seperti listrik dan air sudah ada yang mengoordinir. Kalau ada kerusakan2, biasanya sudah ada tukang yang disiapkan. Latar belakang mahasiswa di sebuah kosan kebanyakan berbeda-beda, jadi lebih beragam.

Kontrakan: Biasanya kontrakan di isi oleh kumpulan mahasiswa yang berlatar belakang sama. Entah itu se-daerah, se-organisasi, se-jurusan, atau se- se- yang lainnya. Suasana kontrakan yang jelas lebih ramai dan lebih hangat. Kalau kalian tipe yang tidak suka menyendiri, kontrakan sepertinya lebih pas untuk kalian. Kontrakan, biasanya bisa buat ngumpul-ngumpul banyak orang, kontrakan sering dijadikan basecamp suatu kelompok karena latar belakang yang sama tadi.

Nah, hal-hal yang saya tuliskan di atas bisa saja dipandang sebagai kelebihan, bisa juga dipandang sebagai kekurangan, tergantung orangnya. Tapi tidak semua kos dan kontrakan seperti itu kok, itu hanya hasil survey dari saya yang suka membanding-bandingkan kosan dan kontrakan via ngobrol dan wawancara singkat ke teman-teman saya, hehe.

Kalau saya sendiri, walaupun di kosan, mahasiswanya berlatar belakang beda-beda, tapi suasananya tetap hangat karena adanya fasilitas ruang TV. Ruangan ini sangat berpengaruh loh. Disana kita bisa berbincang dan mengenal satu sama lain. Dulunya saya kos di tempat yang suasananya sangat individualis. Alat elektronik apapun bisa dibawa, kamar mandi pun ada di dalam. Tapi saya tipe orang yang kurang suka suasana seperti itu, jadilah saya pindah ke kosan saya yang sekarang, dan alhamdulillah sudah nyaman. Hehe.

3818837_20121214013918

Nah, sekarang tips memilih kosan/kontrakan nih. Bukan tips sih, tapi lebih ke informasi-informasi kosan di sekitaran kampus IPB. Lagi-lagi, ini via survey dari saya. Hehe.

1. KEAMANAN. Pilihlah hunian yang keamanannya terjaga. Untuk menjaga kemanan, kalian bisa membeli gembok untuk kamar kalian. Carilah kosan yang ber-tralis di pintu/jendelanya.

2. AIR. Nah, kalau yang ini urgen banget. Air itu sumber kehidupan, bro. Carilah kosan yang airnya lancar, dan bersih. Memang untuk kebersihan airnya, pasti kita akan sedikit kesulitan untuk memastikan, karena semakin hari Dramaga ini makin banyak penghuninya, makin padat penduduknya, jadi kualitas airnya sedikit diragukan. Yang penting airnya lancar dan bisa untuk MCK. Untuk air minum, lebih baiknya beli air kemasan saja.

3. HARGA. Ini juga nggak kalah pentingnya, nih. Biasanya harga mempengaruhi kualitas sih, seperti kata pepatah jawa, “REGO NGGOWO RUPO”. Semakin dekat dengan kampus, harga akan semakin mahal. Semakin banyak fasilitas, harga juga akan semakin mahal. Untuk wilayah Bateng dan Perwira yang ada di pinggir jalan, saya rasa harga minimalnya bisa mencapai 4 juta per tahun. Berbeda lagi kalau tempatnya agak masuk ke dalam gang, harganya bisa lebih rendah dari itu. Kalau kalian mengingikan harga yang tidak terlalu mahal, saya sarankan untuk membawa kendaraan, atau kalau kalian sanggup berjalan kaki ya tidak apa-apa. Hehe. Saran saya lagi sih, kalau tempatnya jauh dari kampus, jangan milih yang mahal, karena kita akan rugi. Udah jauh, mahal pula.

4. DEKAT KANTIN/ ADA DAPUR. Makan kan kebutuhan sehari-hari, jadi pilihlah tempat kosan yang dekat dengan rumah makan, atau paling tidak, akses ke rumah makan itu tidak terlalu jauh. Sebagai mahasiswa yang sudah 3 tahun merantau, penyakit mahasiswa nomor 1 itu biasanya malas beli makan. Iya nggak? Haha. Jadi kalau pas lagi malas dan akses ke warung makan jauh, pastilah kita akan menunda makan. Dan itu artinya kita mendzalimi lambung kita ­čśŽ Kalaupun memang agak jauh dari tempat makan, pastikan ada dapur di kosan/kontrakan yang kita pilih. Disitu kita bisa mengasah kemampuan memasak kita, apalagi yang cewe-cewe nih, memasak adalah salah satu bekal menuju rumahtangga yang sakinah-mawadah-warahmah. Hehe.

5. SINYAL. Ah, ini salah satu kendala yang saya hadapi di kosan saya saat ini. Di kosan saya ini, sangat susah sinyal operator saya yang lama, jadilah saya harus mengganti operator untuk berkomunikasi via HP, huhu. Kalau kalian tidak mau seperti saya,┬ápastikan di lokasi kosan itu ada sinyal untuk operator HP kalian. Tapi kalau rela berkorban seperti saya, ya tidak apa-apa. ­čśÇ

6. TEMAN. Hey, walaupun katanya ‘kita harus bisa beradaptasi dimana saja’. tapi saya rasa hal yang ini tetap penting. Teman yang saya maksudkan disini adalah orang yang berlatar belakang sama dengan kita, nggak harus banyak, paling tidak satu orang lah. Karena dengan adanya teman ini, akan memudahkan kita untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

Oke, Mungkin hal-hal urgen nya itu saja sih. Untuk masalah fasilitas kosan, biasanya tergantung kebutuhan masing-masing.

Nah, bagaimana? Apakah kalian sudah memutuskan kemana kalian akan pergi setelah ‘diusir’ dari asrama? Hehehe..

Selamat berjuang mencari kosan..

NB: Sabar-sabar aja kalau sering ditolak dengan, “Maaf, kosan sudah penuh” hihi

-Fina, SKPM 48-

Yakin Salah Jurusan?

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada pengurus IMPATA saat ini yang sudah mencanangkan (ceileehh..) adanya media sosial berupa blog. Walaupun masih menggunakan hosting gratisan, tak apalah yang penting dapat menyalurkan minat menulis dari para anggota IMPATA.

Sesuai dengan IPB, dimana mahasiswanya 90% adalah mahasiswa yang masuk melalui PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan). Dengan adanya blog ini, siapa tahu ada bakat dan kemampuan dari anggota IMPATA yang terpendam dibidang tulis menulis. Daripada nulis di buku diary yang isinya galau karena jauh dari pacar, mending ide menulisnya dituangkan disni..:)

Pertama kali masuk IPB, bisa dibilang hal inilah yang dialami oleh sebagian besar mahasiswa terutama yang berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Salah Jurusan. Pertama, bisa jadi salah jurusan karena jarak antara Bogor dan Jatim/Jateng lumayan jauh. Ditambah lagi dengan di Jatim/Jateng ada perguruan tinggi yang lumayan bagus, kenapa mereka malah memilih IPB – Bogor yang letaknya jauh?

Kedua, salah jurusan adalah salah dalam memilih program studi karena kurangnya informasi atau kurangnya keinginan untuk mencari tahu. Internet jaman sekarang prioritas penggunaanya hanya untuk membuka situs facebook dan bergalau ria di dalamnya..hehe. Waktu jaman saya sih, bergalau ria-nya di Friendster (sekarang sudah dijual web site-nya).

Ketika salah dalam memilih jurusan, sebenarnya tidak selamanya salah. Tidak sepenuhnya melakukan kekeliruan dalam mengambil keputusan. Bukan kesalahan yang mutlak. Kenapa? Karena, kita belum mengenal lebih dekat dengan jurusan yang sudah kita pilih. Sama ibaratnya ketika masa SMA kelas 3 ketika dihadapkan pada pilihan IPA atau IPS. Kalau pilih IPA akan bertemu matematika, eksakta dan ilmu pasti, tidak ada hapalan. Siapa bilang, pelajaran Biologi hapal mati. Memilih IPS penuh dengan hapalan mati mengenai sejarah-sejarah. Tidak ada hitung-menghitung? kata siapa, akuntansi lebih mematikan dari hitungan yang lain. Kalian disuruh menghitung uang yang bukan uang kalian. Salah hitung, peradilan sanksi-nya.

Sama seperti saya, ketika memilih jurusan Teknik Pertanian yang ternyata full dengan perhitungan fisika dan turunannya. Dari SMA saya sudah bertekad ketika kuliah akan menghindari Fisika. Jodoh gak akan lari kemana, Fisika jadi teman kuliah sehari-sehari saya. Waktu jaman saya kuliah di IPB, setiap mahasiswa baru sudah diberikan buku petunjuk mengenai mata kuliah yang akan dilalui selama 4 tahun dari setiap Jurusan. Disitu saya melihat, di tahun kedua jurusan Teknik Pertanian ada mata kuliah “Menggambar Teknik”. Disitu saya penasaran seperti apa mata kuliah itu.

Dugaan saya benar, mata kuliah “Menggambar Teknik” adalah mata kuliah seperti jurusan arsitektur. Belajar menggambar bangunan dan detailnya dengan perhitungan tanpa rumus turunan. Disinilah saya mulai tertarik untuk mendalami.

Penasaran saya terhadap mata kuliah menggambar teknik berbuah manis, di semester selanjutnya saya menjadi asisten praktikum untuk mata kuliah ini. Gak kerasa yang tadinya salah jurusan, bisa kelar juga dalam 4 tahun di Teknik Pertanian.

three mas kenthirThree Mas Kenthir dari IMPATA 41, masuk dan lulus dari IPB barengan

Buat kalian yang masih ragu dengan jurusan yang dipilih, jangan buru-buru ambil keputusan untuk pindah. Dalami dan lihat lebih dulu pasti ada sesuatu yang akan membuat kalian excited dengan jurusan kalian.

– Adi * Teknik Pertanian 41 –

First Post, say “HAI”

HAI readers ^^

Perkenalkan.. kami IMPATA. Sebuah Organisasi Mahasiswa Daerah (OMDA) di Bogor. IMPATA itu kepanjangannya Ikatan Mahasiswa Palajar dan Alumni Magetan. Kami berasal dari sebuah kota kecil yang super nyaman, yang terletak di kaki gunung Lawu. Yap, That’s Magetan. ┬á­čÖé

Oke admin rasa cukup sekian dulu perkenalannya. Lanjut kapan-kapan di postingan selanjutnya ya. ­čÖé

NOTE:

Buat IMPATAers yang pengen nulis buat blog ini, bisa ngirim email ke:
impatabogor@yahoo.com , selanjutnya konfirmasi ke Fina (48) ya biar bisa di cek. Hehe..

Terimakasih banyak, say HAI to READERS, IMPATA.. ^^

1149443_578619792231658_1944526343_o

This is Us on Magetan Campus Expo 2014! *nggak lengkap